1. public class MyCode { inf number ; String kata; }
2. //** * Class ProgramPertamaku */
public class ProgramPertamaku {
public static void main (string []) { System.out.println ("Hello Dear")
b. Method /Operation
1. Return Value
a. void > tidak ada return value
Contoh : - void main () - void cetak ()
b. any data type
- inf
Contoh : - inf tambah () - inf kali ()
-float
Contoh : - float rataRata ()
-Boolean -Char
c. Komentar
1. //** * JAVADOC comment standard * Bagian komentar program * Tidak ikut dicompile dan tidak * Mempengaruhi jalannya program * Bisa jadi java Documentation all
2. // Command per baris 3. /* Blok komentar biasa */ bisa lebih dari satu baris */
Toshiba meluncurkan notebook yang menyasar untuk para gamers maniac, notebook yang satu ini memang membuat mata "tertarik" karena desainnya yang yahud dan warnanya yang top alias hot banget...!!! Pantas aja lha notebook ini dihargai sekitar 32 jutaan waktu liat di brosurnya Toshiba pas datang di pameran scomdex, tapi ada juga lho yang dibanderol hingga 40 jutaan lebih (tergantung spek).
Lalu apa kelebihan dari notebook ini??
yang pasti notebook gamer ini dipersenjatai dengan graphic card nvidia 9700M GTS yang sudah berteknologi TurboCache, malah versi termahalnya dipersenjatai nvidia 9800 GTS yang support SLI dan TurboCache. Selain itu dari segi processor juga yahud, karena dipasang intel core 2 duo P8600 dengan speed 2,4 Ghz, versi termahalnya dipasang intel core 2 extreme x9100 3,06 Ghz!!!
Dengan spek yang tinggi tersebut notebook ini diharapkan mampu mengatasi grafik game yang membutuhkan spek tinggi.
Tetapi, memang notebook ini menawarkan sensasi yang luar biasa dari segi performance namun dengan harga yang relatif mahal. price to performance i think...
Java adalah bahasa pemograman yang dibangun dan dikembangkan oleh James Gosling di Sun Microsystem dan diluncurkan pada tahun 1995. Pada awalnya merupakan proyek Green yang diawali pada tahun 1993 yang bertujuan untuk menciptkan suatu bahasa pemograman yang dapat diaplikasikan pada sistem portable device seperti : video, kulkas, TV.
Namun pada awalnya bahasa pemograman yang mengacu pada bahasa C dan CC++ ini memilih untuk membangun bahasa pemograman tersendiri. Pada awalnya bahasa pemograman ini bernama OAK, tapi pada saat itu nama tersebut sudah dipakai terlebih dahulu. Akhirnya para staf di Sun Microsystem menemukan nama baru, yaitu Java.
Java sendiri terdiri atas 3 edisi atau versi :
1. JSE ( Java Standart Edition ) Merupakan Java versi basic atau starter pack yang mengacu pada sistem dekstop yang didalamnya mendukung GUI ( Graphical User Interface ) dan TUI ( Text User Interface ).
2. JEE ( Java Enterprise Edition ) Merupakan Java yang digunakan dalam skala besar yang membutuhkan infrastruktur besar /server.
3. JME ( Java Micro Edition ) Merupakan Java yang diaplikasikan di small portable device seperti : Handphone, PDA, Gameboy, Robotic, Smart Card, etc JME biasa juga disebut J2ME.
Sebelum menggunakan dan mempelajari Java kita membutuhkan JDK ( Java Development Kit ) yang berfungsi untuk membuat bahasa pemograman di Java. Serta JRE ( Java Runtime Environment ) yang berfungsi untuk run atau menjalankan Java.
*Cara mengkonfigurasi JDK
1. Cara Command Prompt - SetPATH Contoh : C:\Java\bin
di Command Line ketikan C:\Documents and Settings\administrator>SET PATH=C:\Java\bin;%PATH%
2. Cara Permanen ( melalui Environment Variable ) - My Computer > Properties > Advanced > Environment Variable
Pilih User variables bila menginginkan JDK hanya berjalan pada sistem administrator atau System variables jika ingin JDK berjalan pada sistem di semua user.
-klik New dan isilah Variable name dan Variable value Contoh : Variable name : PATH Variable value : C:\Java\bin;%PATH%
Dalam JDK sendiri terdapat beberapa elemen penting, yaitu :
Sedangkan jika kita ingin menggunakan text editor yang telah dilengkapi IDE ( Integrated Development Environment ) sehingga, selain kita dapat menulis source code kita dapat juga meng-compile dan run.
Macam - macam IDE : - Eclipse - Netbeans - DrJava - Visual J# - Blue J - Jeliot
*Contoh source code Java
/** *BAGIAN KOMENTAR */ public class ProgramPertamaku { /** *Main Method- launcherprogram */ public static void main (string []a) { system.out.println ("My Java Program"); } }
Siapa yang tak kenal Boeing, Industri pesawat terbang yang sekarang produknya "menggurita" di hampir semua belahan bumi. Kisah industri ini bermula dari William E. Boeing yang mendirikan industri ini di Seattle, Washington AS.
Bermula dari produk pertama B&W seaplane sampai 787. industri penerbangan ini menjadi yang terbesar di dunia.
tapi, mengapa saya memilih Boeing sebagai yang "Favourite"???
Sebenarnya banyak yang lain seperti Airbus, Lockheed, General Dynamics...
mungkin karena saya gemar maen flight simulator dengan memakai pesawat Boeing.hehehehe(^_^) namun, bukan hanya itu saja. Larisnya pesawat Boeing yang "seliwar-seliwer" di Indonesia juga membuat otak semakin hapal saja dengan burung besi itu.
Dari semua derivatif Boeing, saya suka 737,747,777. hohohoho....
why??? coz, famous (737), jumbo (747), modern (777) dari itu semua mungkin aku hanya bisa "nyetir" 737.hehehehe (meskipun hanya dalam FS) coz, easy to fly...(^_^)
Saking nge-"fanz" dengan Boeing sampai-sampai inbox hape-ku aku biarin sampe hampir 700-an.. lha waktu paz inbox-ku 720, 707, 717 ,727 ,737 ,747 ,757 ,767 ,777, 787. Aku simpen thu pesan yang masuk ke inbox plus aku jadi'in folder-folder yang terpisah.
hahahahahaha dazar aneh.... but, it's my favourite...
Mungkin andabertanya-tanya dalam hati mengapa saya memberikan judul “Kotak Hitam”. Kotak yang saya maksud bukanlah kotak yang berisi hal-hal “magis” ataupun kotak kosong yang bercat hitam.(^_^). Namun, kotak “spesial” yang satu ini mempunyai peran penting dalam dunia penerbangan.
Yap!!, Kotak hitam atau black box merupakan bagian terpenting dari setiap pesawat utamanya pesawat sipil. Keduanya diletakkan di bagian belakang atau ekor pesawat. Fungsi utamanya adalah merekam percakapan di kokpit antara pilot, kopilot dan orang-orang di dalam kokpit pesawat. Mengapa penting?? Karena merekalah yang akan menjadi saksi utama apabila terjadi kecelakaan.
Kotak hitam diciptakan pertama kali oleh Dr David Warren dari Australia pada 1956. Mulanya alat ini diberi nama ARL Flight Memory Unit. Warren menciptakannya karena prihatin terhadap kasus kecelakaan De Havilland Comet DH-106 yang terkatung-katung karena tidak adanya saksi.
Saat ini kotak hitam semakin lebih maju. Dari hanya terdiri satu perangkat, yakni ARL, kini telah menjadi dua perangkat yang terpisah, yaitu perekam data penerbangan ( Flight Data Recorder / FDR ) dan perekam suara di kokpit ( Cockpit Voice Recorder / CVR ).
Saat ini sarana perekam FDR dan CVR sudah memakai solid state memory yang dibentuk menjadi Chip atau kartu memori. Chip ini menggantikan pita rekam magnetis. Dengan teknologi kartu memori ini, lama perekaman FDR bisa mencapai 25 jam dengan 700 parameter dan CVR mencapai dua jam penerbangan terakhir dibanding dengan pita magnetis yang hanya mampu merekam 30 menit penerbangan terakhir dan hanya 100 parameter.
Chip ini kemudian disimpan dalam crash-survivable memory unit (CSMU) yang sangat tahan banting. CSMU ini terdiri atas 3 lapisan yaitu Aluminium tipis yang membungkus kartu memori. Selanjutnya ada lapisan silika yang melindungi dari suhu panas dan yang terakhir adalah baja stainless atau dapat juga digunakan titanium.
CSMU tersebut juga harus melewati beberapa tes, karena fungsinya yang sangat penting. Tes kekuatan yang dilakukan sebuah produsen kotak hitam, menyatakan bahwa CSMU mampu bertahan dari tekanan sampai 3.400G!! (gravitasi) yang dalam artian mampu bertahan dari tabrakan dengan benda seberat 3400 kali beratnya!!. Selanjutnya alat ini juga bisa bertahan suhu panas sebesar 1.100 derajat Celcius selama satu jam ( 11 kali titik didih air )
Keselamatan penerbangan adalah bagian terpenting dalam sebuah penerbangan, karena dari sisi teknologi didalamnya mengandung resiko. Manusia sebagai insan pembelajar harus dapat setidaknya meminimalkan resiko tersebut, agar tercipta sebagai moda transportasi yang aman.
Dalam dunia pernerbangan selalu ada prosedur dan persyaratan yang mengatur jalannya sebuah operasi penerbangan, setidaknya hal-hal tersebut tersebut dilakukan secara ketat.
Dalam kaitan ini, unsur human atau manusia menjadi yang paling penting, karena dalam semua musibah penerbangan, orang akan mengaitkan 3 faktor penting, yakni kondisi pesawat, cuaca, dan manusia. Dalam perkembangannya faktor manusia juga semakin meluas, karena dalam setiap maskapai penerbangan terdapat human resources yang meliputi pilot, petugas pemiliharaan pesawat dan manajemen maskapai penerbangan
Pemahaman tersebut diatas diakui oleh Boeing. Karena kesalahan manusia mempunyai kontribusi 70% kecelakaan pesawat komersial yang tergolong pada hull-loss, Boeing mengatakan secara umum hal itu terkait dengan cara pemiliharaan pesawat dan manajemen lalu lintas penerbangan.
Dalam artian secara sempit, faktor manusia diartikan sebagai CRM (crew resourcemaintenance) atau MRM (maintenance resource managememt). Namun dalam kenyataannya faktor manusia lebih luas.
Penelitan pun dilakukan, antara lain dengan mengumpulkan informasi tentamg kemapuan, keterbatasan, dan sifat-sifat lain, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh pada alat, mesin, sistem, tugas dan pekerjaan, dan juga lingkungan, guna menghasilkan penggunaan oleh manusia yang aman, nyaman, dan efektif.
Dalam penerbangan sendiri, faktor masnusia semakin dalam dikaji untuk mengetahui lebih jauh tentang bagiamana manusia bisa berintergrasi dengan seaman dan seefisien mungkin dengan perkembangan teknologi, yang akhirnya dapat meningkatkan keselamatan dalam penerbangan.
Pastinya pendalaman atas masalah manusia bukan saja menjadi perhatian produsen pembuat pesawat saja, tetapi juga operator dan regulator penerbangan.
Dalam kaitanya dengan operator dan regulator, yang mana harus berhadapan dengan tanggung jawab yang semakin tinggi dengan semakin berkembangnya industri angkutan udara. Konsumen berharap agar operator bisa terus meningkatkan tidak hanya keselamatan belaka, namun juga kenyamanan dalam terbang. Pengoperasian armada pesawat yang berumur muda adalah sebuah rujukan yang paling sering dikemukakan.
Selain mengacu pada umur pesawat, harapan yang lain adalah cara maintenance pesawat. Masih adanya insiden seperti pecah ban ketika mendarat adalah cerminan belum tuntasnya perawatan pesawat dan memenuhi prosedur keselamatan penerbanngan.
Operator sehendaknya harus berhenti berpikir tentang menekan biaya atau lebih tepatnya menghemat pengeluaran dari sektor pemeliharaan pesawat. Karena, yang seharusnya dikembangkan adalah bagaimana caranya agar pesawat dapat terbang dengan aman.
Dari sisi regulator, masyarakat mengharapkan peraturan yang ketat bagi setiap operator, mulai dari permohonan ijin pendirian maskapai penerbangan, dan manakala sudah berdiri juga pengopersiannya. Begitu juga kepada calon investor harus digambarkan secara jelas dan tegas tentang semua persyaratan dan sanksi apabila melakukan pelanggaran, karena semua untuk mencapai tujuan keselamatan penerbangan.
Kita semua yakin bahwa peraturan sendiri sudah jelas, namun yang terpenting adalah penegakannya, karena akan menjadi mubazir apabila peraturan yang sudah ada penegakannya kurang tegas.
Pelajaran yang berharga adalah bagaimana kita terkena sanksi embargo dari Uni Eropa. Kenyataan pahit ini seharusnya menjadi cambuk bagi penerbangan Indonesia untuk lebih keras terhadap diri sendiri demi membuktikan bahwa penerbangan Indonesia dapat disejajarkan dengan penerbanagan yang lain di dunia.